Beranda Lingkungan Dampak Overheat pada Ekosistem Laut yang Wajib Kita Sadari

Dampak Overheat pada Ekosistem Laut yang Wajib Kita Sadari

95
0
Dampak Overheat pada Ekosistem Laut yang Wajib Kita Sadari
Dampak Overheat pada Ekosistem Laut yang Wajib Kita Sadari (Pexel/Tom Fisk)

Aksilingkungan.id – Dampak overheat pada ekosistem laut kini menjadi ancaman serius bagi keseimbangan kehidupan bawah air, terutama di perairan Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia punya lautan yang luar biasa luas yakni mencapai sekitar 5,8 hingga 6,4 juta km². Bayangkan, lebih dari dua pertiga wilayah negeri ini adalah air!

Laut Indonesia dikenal sebagai salah satu yang terkaya di dunia karena berada di pusat Coral Triangle, wilayah dengan keanekaragaman hayati laut tertinggi di planet ini.

Di bawah permukaannya, terbentang lebih dari 51 ribu km² terumbu karang, atau sekitar 18% dari total terumbu karang dunia. Laut kita juga jadi rumah bagi 6 dari 7 spesies penyu dunia, termasuk penyu hijau, penyu sisik, penyu belimbing, hingga penyu tempayan.

Tak heran kalau Indonesia disebut sebagai “jantung ekosistem laut global.”

Selain kekayaan hayati, perairan kita juga menyimpan sumber daya ikan, udang, dan biota laut lain yang menopang ekonomi nasional. Laut Indonesia bahkan menjadi surga bagi penyelam dan peselancar dunia karena keindahan bawah lautnya yang menakjubkan.

Namun, di balik keindahan itu, ada ancaman besar yang mengintai yakni fenomena overheat pada ekosistem laut. Suhu air laut yang terus meningkat kini menjadi ancaman nyata bagi seluruh kehidupan di dalamnya.

Ekosistem Laut Kita sedang Overheat

Laut berperan penting menjaga keseimbangan suhu bumi. Tapi, ketika laut menyerap terlalu banyak panas dari atmosfer akibat perubahan iklim, suhu air meningkat dan menyebabkan “overheat.”

Dampaknya bisa meluas hingga merusak habitat, membunuh spesies laut, dan mengubah sistem ekologi yang sudah berjalan selama ribuan tahun.

Terumbu Karang yang Rusak

Salah satu dampak overheat pada ekosistem laut yang paling terlihat adalah rusaknya terumbu karang. Ketika suhu laut naik, karang mengalami stres dan melepaskan alga yang hidup di dalam jaringan tubuhnya.

Proses ini dikenal sebagai coral bleaching atau pemutihan karang. Jika suhu tidak kembali normal, karang akan mati perlahan.

Padahal, terumbu karang berfungsi seperti hutan hujan tropis di laut seperti halnya menyediakan tempat tinggal, makanan, dan perlindungan bagi berbagai jenis ikan serta biota laut lainnya.

Kehancuran karang berarti kehilangan rumah bagi jutaan makhluk laut, yang pada akhirnya mengganggu rantai makanan dan keseimbangan ekosistem.

Suhu Air Laut Naik

Ketika suhu air laut meningkat, kadar oksigen terlarut di dalamnya menurun. Ini kabar buruk bagi ikan dan organisme laut lainnya yang bergantung pada oksigen untuk bertahan hidup.

Banyak daerah laut kini mulai berubah menjadi dead zone (zona mati tanpa oksigen) di mana hampir tak ada kehidupan yang bisa bertahan.

Fenomena ini mengancam produktivitas perikanan global. Kalau kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya ikan yang punah, tetapi juga manusia yang bergantung pada laut untuk pangan dan pekerjaan akan terkena dampaknya.

Ledakan Alga Berbahaya

Suhu yang lebih hangat membuat alga berbahaya tumbuh tak terkendali. Pertumbuhan alga yang berlebihan ini disebut harmful algal bloom dan bisa menguras oksigen di laut sekaligus melepaskan racun.

Air laut pun berubah warna menjadi kehijauan atau kemerahan, yang dikenal sebagai red tide.
Ledakan alga ini tidak hanya mematikan ikan dan biota laut lainnya, tetapi juga bisa mencemari hasil tangkapan nelayan.

Dan ancaman bagi manusia muncul ketika racun masuk ke rantai makanan, risiko bagi kesehatan manusia pun meningkat.

Dampak Overheat pada Ekosistem Laut

Pemanasan laut juga mempercepat mencairnya gletser di kutub, menyebabkan kenaikan permukaan air laut.

Akibatnya, banyak wilayah pesisir di Indonesia mengalami banjir rob dan erosi. Kota-kota seperti Jakarta dan Semarang sudah merasakan dampaknya, mulai dari tambak yang terendam hingga rumah warga yang rusak akibat air laut yang meluap.

Kondisi ini juga mengancam ekonomi pesisir, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada perikanan dan pariwisata bahari.

Cuaca Semakin Tidak Menentu

Salah satu dampak overheat pada ekosistem laut yang jarang disadari adalah pengaruhnya terhadap cuaca global. Laut yang lebih hangat menyimpan energi lebih besar dan memicu terbentuknya badai tropis yang lebih kuat.

Pola hujan pun menjadi tidak teratur, sehingga memengaruhi pertanian, perikanan, hingga ketersediaan air tawar.

Kita pun makin sering mengalami cuaca ekstrem seperti hujan deras yang tiba-tiba atau gelombang panas yang berkepanjangan.

Kehilangan Habitat dan Sumber Daya Alam

Peningkatan suhu laut membuat banyak spesies terpaksa bermigrasi ke perairan yang lebih dingin. Perpindahan ini mengganggu keseimbangan rantai makanan laut. Beberapa predator kehilangan mangsanya, sementara spesies lain kesulitan beradaptasi di lingkungan baru.

Selain itu, manusia juga terkena imbasnya. Misalnya saja penurunan hasil tangkapan ikan, kerusakan terumbu karang, dan penurunan daya tarik wisata bahari yang dapat berpotensi mengurangi pendapatan masyarakat pesisir.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Meski terdengar mengkhawatirkan, kita masih bisa ikut berkontribusi memperlambat dampak overheat pada laut. Mulailah dari hal sederhana seperti menghemat energi, mengurangi emisi karbon, dan mendukung kebijakan ramah lingkungan.

Kita juga bisa membantu dengan tidak membuang sampah ke laut, memilih produk laut yang mendukung isu sustainable environment, serta ikut dalam kampanye pelestarian laut.

Laut Indonesia adalah salah satu aset paling berharga di dunia karena luas, indah, dan penuh kehidupan. Tapi kini, laut kita sedang menghadapi ancaman serius akibat overheat pada ekosistem laut.

Jika kita tidak bertindak sekarang, keindahan dan kekayaan laut itu bisa hilang selamanya. Menjaga laut berarti menjaga masa depan bumi. Mari mulai peduli dari langkah kecil hari ini!(***)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini