Aksilingkungan.id – Sempatkah kita berpikir, berapa air mineral kemasan yang kita beli setiap hari? Tanpa kita sadari, kita bisa mengkonsumsi air mineral di setiap tempat atau pada setiap kegiatan.
Ketika kita di kantor, setelah berolahraga, atau setelah makan di warung kita bisa mengkonsumsi air mineral dalam kemasan. Dan ada ratusan ribu bahkan jutaan orang di luar sana yang melakukan hal sama.
Dan, pernahkah kamu sadar dengan kita membeli satu botol air mineral kemasan, berarti kita juga sedang menyumbang tumpukan sampah? Anda mungkin tidak sadar dampaknya sebesar apa!
Asosiasi Perusahaan Air MInum Dalam Kemasan (ASPADIN) menunjukan data konsumsi masyarakat Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Jika kita menggunakan data Jakarta saja, konsumsi rata-rata mencapai 88 liter per orang per tahun.
Meski konsumsi di daerah lain tidak semasif Jakarta, kita bisa asumsikan rata-rata masyarakat di Indonesia mengkonsumsi 100 liter air kemasan per orang per tahun.
Berapa Banyak Sampah yang dihasilkan?
Jika kita asumsikan setiap orang memilih untuk menggunakan botol air mineral kemasan 600 ml, dan dalam setahun mengkonsumsi 100 liter per orang per tahun, berarti satu orang Indonesia dapat mengkonsumsi 167 botol plastik setahun.
Dengan penduduk Indonesia saat ini yang berkisar 280 juta jiwa, berarti dalam setahun konsumsi air mineral kemasan berkisar 46.76 miliar botol plastik. Sebuah nilai yang sangat fantastis.
Bagaimana jika kita hitung berapa berat timbunan sampahnya? Jika rata-rata berat botol air mineral kemasan 600 ml diasumsikan 20 gram saja, berarti sekitar 3,3 kilogram botol plastik per orang per tahun.
Dengan berat rata-rata tersebut, maka kita bisa mengasumsikan jika seluruh penduduk Indonesia dapat menghasilkan sampah mencapai 924 ribu per tahun hanya dari botol air mineral saja. Belum sampah plastik lainnya.
Penggunaan Tumbler
Botol air mineral kemasan yang bahannya Polietilena tereftalat (PET) butuh waktu rata-rata hingga 450 tahun untuk terurai. Sehingga tentu ini akan menjadi beban untuk lingkungan kita.
Saat ini, masyarakat kita telah bijak menggunakan tumbler sebagai pengganti botol air kemasan sekali pakai. Setidaknya ini sudah terjadi di kota-kota besar dan booming di kalangan anak muda.
Merk tumbler dari harga ratusan ribu hingga jutaan pun menjadi sebuah identitas terkini di kalangan millennial, gen z bahkan gen alfa. Dan kabar baiknya akan berdampak untuk menurunkan jumlah sampah dari botol air mineral.
Jika lima persen dari total penduduk Indonesia beralih ke tumbler saja, kita akan dapat menghemat kurang lebih 46 ribu ton per tahun. Dan jika seperempat masyarakat Indonesia beralih menggunakan tumbler, akan ada sekitar 234 ribu ton sampah per tahun sampah plastik berkurang.
Nilai ini jika mau kita ilustrasikan, botol-botoli itu bisa menutupi seluruh luas Monas hingga 20 meter.
Mengganti botol air mineral sekali pakai ke tumbler ternyata berdampak tidak main-main. *







