Kita pasti sadar bahwa selama kita berkendara dan mencermati lingkungan yang sering kita lewati, lingkungan tersebut mengalami perubahan yang begitu cepat.
Misalnya saja perubahan sawah menjadi perumahan, sawah menjadi pertokoan, bahkan sawah menjadi pabrik/industri.
Data dari ATR/BPN (Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional) mencatat penurunan Lahan Baku Sawah (LBS) sepanjang tahun 2019 hingga 2024 mencapai 79.607 hektare (Ha). Hal ini setara dengan hampir 112.000 lapangan sepak bola.
Apa Itu Alih Fungsi Lahan?
Alih fungsi lahan adalah suatu proses perubahan penggunaan lahan dari bentuk penggunaan tertentu menjadi penggunaan lain, misalnya dari lahan pertanian ke nonpertanian.
Umumnya, lahan yang beralih fungsi dapat mengarah ke hal yang bersifat negatif bagi ekosistem lingkungan alam sawah itu sendiri.
Hilangnya lahan sawah karena beralih fungsi menjadi penggunaan nonpertanian menyebabkan hilangnya manfaat lingkungan yang seharusnya menjadi faktor penunjang kesejahteraan masyarakat.
Hal inilah yang memunculkan potensi terjadinya kerusakan lingkungan. Lalu, apa saja sisi gelap dari alih fungsi lahan?
Fenomena Banjir Akibat Kurangnya Area Resapan Air

Fenomena banjir merupakan contoh nyata dampak akibat alih fungsi lahan sawah menjadi permukiman. Secara alami, sawah berfungsi untuk menahan dan meresap air hujan.
Ketika fungsi tersebut hilang, volume aliran air di permukaan menjadi meningkat.
Jika kapasitas drainase yang ada tidak mampu menampung luapan tersebut, maka terjadi genangan air yang terus terakumulasi, sehingga memicu terjadinya banjir.
Dalam hal ini, upaya sederhana yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah terjadinya banjir adalah membuat biopori serta menggunakan material penutup lahan yang lebih ramah lingkungan seperti grass block.
Seperti halnya yang sudah dilakukan oleh DLH Kota Cimahi yang terus melakukan pengawasan terhadap alih fungsi lahan menjadi perumahan dengan memberikan sosialisasi pembangunan sumur resapan, biopori, penyediaan ruang terbuka hijau.
Selain itu, DLH Kota Cimahi juga terus mengkampanyekan penggunaan material penutup lahan yang lebih ramah lingkungan seperti grass block untuk mencegah terjadinya banjir.
Rusaknya Ekosistem Flora dan Fauna
Alih fungsi lahan persawahan membawa dampak yang cukup berat terhadap ekosistem lingkungan, di mana hilangnya area hijau ini secara langsung dapat merusak habitat asli serta menurunkan keanekaragaman flora dan fauna.
Kita tidak hanya kehilangan hamparan padi dan palawija yang selama ini menjadi pilar utama penyedia karbohidrat bagi masyarakat, tetapi juga kehilangan keanekaragaman hayati pelengkap yang ada di sekitarnya.
Makhluk hidup lain seperti belut sawah, keong, katak, kawanan burung, hingga ikan-ikan dalam sistem minapadi yang biasanya melimpah, kini terancam punah dari lingkungan tersebut.
Sehingga sangat disayangkan, karena selain menjaga keseimbangan alam, flora dan fauna tersebut sebenarnya berperan penting sebagai penyedia sumber protein alami yang mudah diakses oleh masyarakat.
Turunnya Kualitas Udara
Fenomena penurunan kualitas udara bersih adalah dampak nyata yang tidak bisa kita hindari ketika lahan sawah dikorbankan untuk pembangunan.
Jika ditinjau dari sisi sains, tanaman padi di sawah sebenarnya berfungsi sebagai “paru-paru alami” yang sangat produktif.
Berdasarkan penelitian yang dirilis oleh Eom dan Ho-Seong di Korea Selatan pada tahun 2004, proses fotosintesis pada 1 hektar tanaman padi sawah secara masif mampu melepaskan sekitar 17,8 ton oksigen (O2) ke udara dan menyerap hingga 24,4 ton karbon dioksida (CO2) setiap tahunnya.
Kemampuan menyaring udara inilah yang membuat atmosfer di area persawahan terasa begitu menyegarkan bagi tubuh kita.
Sayangnya, ketika ruang hijau produktif ini berganti menjadi kompleks perumahan, pasokan oksigen alami menurun drastis.
Hal ini mengakibatkan lingkungan sekitar cenderung terasa lebih gerah, gersang, dan kurang nyaman untuk dihirup.
Meningkatnya Limbah Domestik

Selain penurunan kualitas udara dan risiko banjir, masalah serius lainnya yang muncul akibat berubahnya lahan sawah menjadi kawasan permukiman ialah akumulasi limbah domestik yang tidak terkelola dengan baik.
Terdapat banyak kasus, pembangunan kompleks perumahan yang berbatasan langsung dengan area persawahan aktif yang tidak dibarengi dengan penyediaan sistem pembuangan atau instalasi pengolahan limbah yang memadai.
Akibatnya, warga di permukiman baru tersebut sering kali membuang limbah cair dari dapur dan kamar mandi langsung ke saluran irigasi.
Selain itu, limbah padat sering tergenang pada aliran irigasi yang menyebabkan kurangnya estetika lingkungan.
Polusi instan ini tidak hanya merusak estetika lingkungan dan memicu bau tidak sedap, tetapi juga meracuni ekosistem perairan sawah sekitarnya.
Fungsi saluran irigasi yang semula menjadi urat nadi kehidupan petani kini berubah menjadi sarana penyebaran kontaminan yang merugikan.
Kesimpulan
Terjadinya alih fungsi lahan pertanian pada dasarnya dipengaruhi oleh tiga variabel utama, yaitu pertumbuhan jumlah penduduk yang memerlukan ruang hidup baru, aktivitas ekonomi yang menuntut pembangunan infrastruktur, serta semakin berkurangnya jumlah masyarakat yang berprofesi sebagai petani.
Dinamika sosial-ekonomi ini sayangnya sering kali mengorbankan sektor agraria secara tidak terkendali.
Akibatnya, transformasi lahan tersebut membawa konsekuensi yang merugikan di berbagai lini.
Tidak hanya merusak stabilitas lingkungan hidup akibat hilangnya kawasan resapan hijau, transformasi tersebut juga menciptakan tantangan sosial-ekonomi baru yang menurunkan kualitas hidup masyarakat sekitar akibat hilangnya keseimbangan ekosistem.
Terakhir, upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir kegiatan alih fungsi lahan adalah dengan membuat kebijakan ketat. Kebijakan tersebut dapat digunakan sebagai acuan pemerintah untuk mencegah alih fungsi lahan semakin meluas.
Tak lupa, perlu juga dilkukan kampanye dan sosialisasi kepada masyarakat agar kesadaran masyarakat dalam upaya menjaga lingkungan semakin baik.(****)
Penulis*

*Adam Fasli
Bukan siapa – siapa, cuman rakyat Indonesia yang ingin lingkungan tetap terjaga✌🏻







