Beranda Lingkungan Bahaya Mikroplastik bagi Ekosistem Laut

Bahaya Mikroplastik bagi Ekosistem Laut

91
0
Bahaya Mikroplastik bagi Ekosistem Laut (UN.ORG/UNSPLASH/NAJA BERTOLT JENSEN)
Bahaya Mikroplastik bagi Ekosistem Laut (UN.ORG/UNSPLASH/NAJA BERTOLT JENSEN)

Aksilingkungan.id – Kalau kamu pikir potongan kecil plastik yang tak terlihat mata itu sepele, pikir lagi. Mikroplastik, partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter itu sudah menyebar ke seluruh lautan dunia, bahkan sampai ke dasar samudra terdalam.

Setiap tahun, jutaan ton plastik masuk ke laut, dan seiring waktu, mereka terurai menjadi partikel mikroskopis yang tak kalah berbahaya.

Masalahnya, mikroplastik bukan cuma mencemari air laut, tapi juga ikut masuk ke tubuh hewan laut, mengacaukan rantai makanan, hingga memengaruhi keseimbangan ekosistem.

Yuk, kita bahas satu per satu bagaimana bahaya mikroplastik bagi ekosistem laut ini bisa berdampak besar bagi kehidupan di bumi.

Mikroplastik dan Biota Laut

Mikroplastik bisa dengan mudah tertelan oleh ikan, plankton, penyu, hingga burung laut. Mereka sering mengira potongan plastik kecil ini sebagai makanan.

Akibatnya, saluran pencernaan mereka tersumbat, menyebabkan malnutrisi, kekurangan energi, hingga kematian akibat kelaparan. Bayangkan, hewan-hewan laut makan banyak tapi tetap kelaparan karena yang mereka makan bukan nutrisi, melainkan plastik!

Selain itu, mikroplastik juga bisa menyebabkan kerusakan fisik dan gangguan fisiologis. Partikel kecil ini dapat melukai organ dalam, memicu stres oksidatif, mengganggu sistem hormon (endokrin), hingga menyebabkan peradangan.

Dalam jangka panjang, paparan terus-menerus dapat memicu gangguan reproduksi, bahkan fenomena intersex pada ikan, di mana ikan jantan mulai menunjukkan ciri-ciri betina karena terganggu hormon alaminya.

Tak hanya itu, hewan laut yang menelan mikroplastik juga mengalami perubahan perilaku dan metabolisme. Mereka bisa kehilangan nafsu makan, menjadi lebih lamban, dan rentan terhadap predator. Dampak ini bukan cuma merugikan satu spesies, tapi bisa mengguncang seluruh keseimbangan rantai makanan laut.

Mikroplastik dan Rantai Makanan

Salah satu bahaya paling serius dari mikroplastik adalah efeknya pada rantai makanan laut. Saat organisme laut kecil seperti plankton menelan mikroplastik, partikel itu tidak hilang begitu saja.

Mereka berpindah ke tubuh predator yang memakan plankton, lalu ke ikan yang lebih besar, dan seterusnya. Proses ini disebut bioakumulasi dan biomagnifikasi.

Semakin tinggi posisi hewan dalam rantai makanan, semakin banyak mikroplastik dan racun yang menumpuk di tubuhnya. Dan tahukah kamu?

Ujung dari rantai makanan itu adalah manusia. Artinya, ketika kita makan seafood, ada kemungkinan kecil kita juga menelan mikroplastik.

Lebih parah lagi, partikel plastik ini sering membawa zat kimia berbahaya dari laut, seperti pestisida, logam berat, dan bahan kimia industri. Ketika masuk ke tubuh hewan laut, zat beracun ini bisa berpindah ke tubuh kita saat kita mengonsumsi mereka.

Jadi, bahaya mikroplastik bagi ekosistem laut bukan hanya tentang hewan laut, tapi juga tentang kesehatan manusia.

Dampak Mikroplastik pada Ekosistem dan Iklim Laut

Dampak mikroplastik nggak berhenti di tubuh ikan saja. Partikel ini juga bisa mengganggu siklus biogeokimia laut, seperti siklus karbon dan nitrogen.

Misalnya, mikroplastik dapat menghambat fungsi “pompa karbon” alami laut ,  proses di mana plankton menyerap karbon dioksida dari atmosfer dan menyalurkannya ke dasar laut.

Kalau proses ini terganggu, penyerapan karbon oleh laut berkurang, yang berarti gas rumah kaca seperti CO₂ akan lebih banyak tertahan di atmosfer. Hasilnya? Iklim bumi makin memanas.

Selain itu, mikroplastik juga mengubah komposisi komunitas mikroba di sedimen laut. Mikroba punya peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, seperti mendaur ulang nutrisi dan menjaga kualitas air. Ketika populasi mikroba berubah, proses alamiah ini pun ikut terganggu.

Efek domino lainnya adalah meningkatnya pertumbuhan alga berbahaya (harmful algal blooms). Ketidakseimbangan ekosistem akibat mikroplastik bisa memicu ledakan populasi alga yang menghasilkan racun, membunuh ikan, dan merusak kualitas air laut.

Jadi, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Bahaya mikroplastik bagi ekosistem laut sudah jelas yakni mereka mengancam biota laut, merusak rantai makanan, mengganggu siklus alam, bahkan berdampak pada kesehatan manusia. Tapi kabar baiknya, kita masih bisa berbuat sesuatu.

Langkah kecil seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilih produk dengan kemasan ramah lingkungan, dan ikut mendukung kampanye bersih pantai bisa membantu.

Brand dan pemerintah juga punya peran besar dalam menciptakan sistem daur ulang yang lebih baik dan mendorong produksi bahan alternatif yang biodegradable.

Setiap tindakan kecil punya dampak besar. Karena menjaga laut berarti menjaga kehidupan ,  bukan cuma untuk ikan dan karang, tapi juga untuk masa depan kita semua.

Mikroplastik mungkin kecil, tapi bahayanya besar. Ia merusak kehidupan laut dari dalam, mengganggu rantai makanan, dan bahkan ikut memperparah krisis iklim.

Dengan memahami bahaya mikroplastik bagi ekosistem laut, kita bisa mulai melindungi bumi dari ancaman yang tak kasat mata ini, dimulai dari pilihan kecil yang kita buat setiap hari.(***)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini