Beranda Lingkungan Berapa Limbah yang dihasilkan dari Makan Bergizi Gratis?

Berapa Limbah yang dihasilkan dari Makan Bergizi Gratis?

227
0
Siswa-Siswi Yang untuk pertama kalinya bersekolah terlihat antusias menerima Program Makan Bergizi Gratis (Sumber: Badan Gizi Nasional)

Aksilingkungan.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akhir-akhir ini tengah menjadi sorotan. Pasalnya dalam beberapa waktu terakhir program andalan Prabowo Subianto ini mengalami pro dan kontra yang disebabkan keracunan di berbagai daerah di Indonesia.

Namun, di balik polemik keracunan sepekan terakhir, pernahkah kita berpikir berapa limbah yang ditimbulkan program ini? Mari kita hitung.

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah memprediksikan potensi limbah yang dihasilkan program MBG. Berdasarkan tinjauannya di awal Januari 2025, KLH memprediksikan timbulan limbah sekitar 2.400 ton per hari atau 624.000 ton per tahun. Ini diasumsikan jika sisa makanan berkisar 50-100 gram per hari untuk 24 juta penerima manfaat.

Lantas berapa kira-kira potensi limbah yang dihasilkan hingga saat ini?

Jika kita asumsikan dengan rata-rata per kapita pada awal Januari 2025, kita bisa memiliki data sekitar 100 gram per orang per hari. Sehingga, jika kita komparasikan dengan data yang disampaikan Badan Gizi Nasional (BGN) per September ini sudah melayani kurang lebih 31 juta penerima manfaat, berarti potensi limbah dari program MBG saat ini mencapai 3.100 ton per hari atau setara 1,1 juta ton per tahun. 

Perhitungan ini diasumsikan jika limbah per kapita sama dengan asumsi dari KLH yang semuanya tidak dikelola. Namun, angka ini cukup fantastis. Jika dibandingkan dengan seluruh timbunan sampah di DKI Jakarta pada tahun 2024 yang rata-ratanya 8.607 ton per hari. Berarti program MBG ini menyumbang sekitar sepertiganya.

Dan jika dibandingkan dengan Data SIPSN (Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional), data tahun 2024 menunjukkan jika sisa makanan (food waste) menyumbang sekitar 39,87 persen atau 20 juta ton lebih dari total sampah nasional.

Pengelolaan limbah MBG menjadi kompos atau maggot bisa menjadi alternatif cepat. Dengan dukungan Pemda dan Pemerintah Pusat, program ini tak hanya sehat untuk manusia, tapi juga ramah bagi lingkungan. 

Tantangan terbesar MBG ke depan bukan sekadar soal pemenuhan gizi, melainkan memastikan piring bergizi gratis tidak berubah menjadi tumpukan sampah yang membebani bumi kita. *

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini