Beranda Perubahan Iklim Akhir-akhir Ini Suhu Panas Banget, Apa Matahari Ada Dua? Ini Penjelasannya

Akhir-akhir Ini Suhu Panas Banget, Apa Matahari Ada Dua? Ini Penjelasannya

354
0
Suhu panas di Indonesia akhir-akhir merupakan sebuah kondisi nyata jika iklim dunia sedang berubah dan menjadi sebuah tanda.
Suhu panas di Indonesia akhir-akhir merupakan sebuah kondisi nyata jika iklim dunia sedang berubah dan menjadi sebuah tanda.

Aksilingkungan.id – Belakangan, banyak warganet mengeluh suhu panas banget hingga bercanda “apa mungkin matahari di Indonesia sedang ada dua?”. Fenomena ini memang terasa di berbagai wilayah Indonesia, tapi apa benar matahari sedang lebih dekat dari biasanya? Yuk kita bahas!

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ini merupakan fenomena yang dipengaruhi oleh monsun Australia dan kondisi gerak semu matahari di Indonesia yang pada bulan Oktober berada di selatan garis khatulistiwa.

Tentu, ini menyebabkan wilayah bagian tengah dan selatan Indonesia menerima penyinaran dari matahari lebih intens. Jadi sudah menjadi barang tentu kamu yang berada di Pulau Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara dan Papua akan merasakan suhu lebih panas dari biasanya.

Kondisi diperkirakan berlanjut hingga Oktober bahkan hingga awal November 2025. 

Kondisi Suhu Panas Seminggu Terakhir

Menurut Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani, kondisi cuaca panas ini tercatat lebih dari 35 derajat celcius. 

Data tiga hari terakhir di sebagian wilayah Indonesia, suhu berkisar 35 hingga 37 derajat celcius.

Misal pada 12 Oktober 2025, suhu tertinggi tercatat 36,8 derajat celcius di Majalengka, Kupang dan Kapuas Hulu. Sehari selanjutnya pada 13 Oktober 2025 suhu tertinggi di angka 36,6 derajat celcius di Sabu Barat.

Begitupun dengan kondisi pada 14 Oktober 2025, suhu panas berkisar pada 34-37 derajat celcius di beberapa wilayah di Indonesia.

BMKG juga menghimbau untuk masyarakat untuk selalu update cuaca terkini di situs resmi http://www.bmkg.go.id dan sosial media mereka.

Dampak dari Perubahan Iklim?

Suhu panas akhir-akhir ini di Indonesia tentu saja merupakan fenomena global yang tidak dapat terbantahkan. Peningkatan akumulasi gas rumah kaca membuat periode kali ini menjadi tahun terpanas.

World Meteorological Organization (WMO) mengkonfirmasi jika tahun 2024 menjadi tahun terpanas dengan suhu rata-rata permukaan global naik 1,55 derajat celcius dibandingkan tahun pra-industri (1850-1900). Dan diprediksikan akan terus meningkat tahun-tahun selanjutnya.

Kondisi ini juga berlaku di Indonesia. BMKG mencatat terjadi peningkatan rata-rata 0,023 derajat celcius per tahun selama periode tahun 1981-2024. Selama 44 tahun ini suhu meningkat sekitar 1,02 derajat celcius.

Suhu panas akhir-akhir ini dapat menjadi tanda nyata bahwa iklim dunia sedang berubah. Adaptasi dan aksi hijau menjadi semakin penting. *

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini