Beranda Sosok IKLIM: Musisi Peduli Lingkungan yang Suaranya Semakin Bergema

IKLIM: Musisi Peduli Lingkungan yang Suaranya Semakin Bergema

125
0
Para musisi yang tergabung dalam Music Declares Emergency Indonesia (MDEI). (Sumber: Instagram @musicdeclares_indonesia)
Para musisi yang tergabung dalam Music Declares Emergency Indonesia (MDEI). (Sumber: Instagram @musicdeclares_indonesia)

Aksilingkungan.id No Music On a Dead Planet, slogan itu terus bergema dari panggung ke panggung dan mengisi linimasa sosial media. Suara dari musisi peduli lingkungan ini adalah sarana untuk menyuarakan darurat iklim yang saat ini kita rasakan.

Anda mungkin masih ingat awal September 2025. Beberapa musisi gagal manggung dan keluar dari lineup Pestapora 2025. Bukan tanpa alasan, mereka mundur dari salah satu festival musik terbesar di Indonesia itu karena menyertakan PT. Freeport Indonesia sebagai salah satu sponsor. Aksi ini menjadi simbol jika musik bukan hanya hiburan, namun juga perlawan.

Meski Kiki Aulia Ucup sebagai promotor sudah menyampaikan jika Pestaopra 2025 telah membatalkan kerja sama sponsorship dengan PT. Freeport Indonesia.

Tercatat puluhan musisi menyatakan mundur. Silampukau, Bilal Indrajaya, Navicula dan puluhan band dan penyanyi lainnya batal manggung untuk menghibur penggemarnya. 

Music Declares Emergency Indonesia (MDEI)

Lahir sejak dua setengah tahun yang lalu tepatnya pada 22 April 2023, MDEI merupakan sebuah corong untuk terus menyuarakan isu krisis iklim. Gerakan ini merupakan wadah kolektif lintas sektor, mulai dari musisi, organisasi hingga individu.

Hingga tulisan ini dimuat, sudah ada 4153 seniman, 1695 organisasi dan 2383 individu yang ikut menjadi bagian. Tony Q Rastafara, Iga Massardi Barasuara, Endah n Rhesa hingga Iksan Skuter merupakan nama-nama besar yang sudah ikut menandatangani kampanye ini dan sudah menjadi bagian dari MDEI.

Jika anda tertarik, anda juga bisa ikut menandatangani kampanye ini pada tautan https://www.musicdeclares.net/id/ 

Penyanyi mancanegara seperti Billie Eilish juga menjadi bagian dari MDE Global. Dan kita harus bangga, karena musisi Indonesia menjadi yang pertama di Asia yang ikut mendeklarasikan gerakan ini. 

Suara-suara Itu Semakin Menggema 

42 musisi yang tergabung dalam The Indonesian Climate Communications, Arts, and Music Lab (IKLIM) tahun ini merilis Sonic/Panic Vol 3. Selama 3 tahun terakhir, mereka secara konsisten merilis album dengan tema lingkungan dan kehidupan sosial. 

Salah satu musisi yang terlibat adalah Kunto Aji. Dia merilis lagu berjudul “Manusia Terakhir di Bumi”.

Musisi peduli lingkungan semacam Reality Club, Teddy Adhitya, Majelis Lidah Berduri hingga Sukatani pun ikut terlibat dalam Sonic/Panic Vol 3.

Album penuh akan resmi dirilis pada 1 November 2025, bertepatan dengan IKLIM Fest dan Rock in Celebes 2025 yang akan diselenggarakan di Makassar. Namun, setiap pekannya mereka akan merilis dua dari lima belas lagu setiap minggunya hingga perilisan album. 

Masih dibutuhkan lebih banyak corong untuk menyuarakan keresahan ini. Dan musik, sepertinya sebuah medium paling mutakhir untuk menyuarakannya. Karena musik, tidak melulu hanya lagu cinta. Seperti kata Hindia – karena semua lagi cinta terdengar sama. *

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini