Aksilingkungan.id – Musisi kenamaan Kunto Aji resmi merilis sebuah single terbaru berjudul Manusia Terakhir di Bumi. Rilisan terbarunya ini sudah bisa didengarkan di seluruh platform streaming sejak 2 Oktober 2025.
Lagu ini merupakan bagian dari album kompilasi Sonic/Panic Vol. 3. Musisi asal Yogyakarta tersebut berhasil menyuguhkan lagu berdurasi 3 menit dengan lirik yang lebih meditatif.
Melalui karya ini juga kita diminta untuk merenungkan bagaimana hubungan manusia dengan alam saat ini. Lirik-lirik semacam “teratai menua, angin kering gersang, retas batu karang tak lagi menopang” menunjukkan jika ada gambaran alam yang sedang tidak baik-baik saja.
Suara Musisi dalam Karya
Lagu- lagu bertemakan refleksi kita terhadap alam sebenarnya bukan hanya saat ini saja. Kita mungkin pernah mendengarkan lagu dari dua musisi legend seperti Iwan Fals dan Ebiet G Ade.
Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi yang dirilis tahun 1982 misalnya, berisikan kritik terhadap kerusakan hutan dan eksploitasi alam yang ugal-ugalan. Dalam lagu ini digambarkan jika manusia merusak hutan dan membunuh kehidupan di dalamnya.
“Isi rimba tak ada tempat berpijak lagi, punah dengan sendirinya akibat rakus manusia”
Atau sebuah lagu dari Ebiet G Ade berjudul Untuk Kita Renungkan. Sebuah lagu yang biasanya diputar jika ada kejadian bencana alam di Indonesia.
Lagu ini merenungkan jika ada sebab-akibat antara bencana dan kerusakan lingkungan. Lirik pertama yang sangat reflektif “Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih, suci lahir dan di dalam batin”, mengajak manusia harus kembali ke kesadarannya agar bumi tetap lestari.
Atau sebuah lagu dari Efek Rumah Kaca di album Sinestesia berjudul “Hijau” yang juga bertemakan kritik terhadap krisis lingkungan, kemunafikan dan ilusi pembangunan hijau.
“Kita konsumsi sampah (konsekuensi demokrasi), Kita produksi limbah (ide basi yang beraksi)” merupakan penggalan lirik yang amat menawan.
Karya dan Kepedulian Lingkungan
Manusia Terakhir di Bumi dari Kunto Aji menambah daftar pengarsipan musik Indonesia bertema kepedulian lingkungan. Kunto Aji sebagai musisi yang kecenderungan menulis lirik reflektif berhasil menyuguhkan karya yang luar biasa.
Lebih dari itu, kolaborasi musisi yang tergabung dalam IKLIM memperkuat ruang kreatif yang mengangkat isu lingkungan sebagai bagian dari narasi seni saat ini.
Setidaknya, dengan cara seperti ini dapat menggaet pendengar setia mereka untuk terus berkesadaran jika lingkungan ini harus sama-sama di jaga. *







