Aksilingkungan.id – Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan jika hujan di Jakarta mengandung partikel mikroplastik. Menurut peneliti BRIN, Muhammad Reza Cordova, mikroplastik ini salah satunya berasal dari pembakaran sampah plastik.
Mikroplastik merupakan partikel kecil dengan ukuran kurang dari 5 milimeter. Sumbernya dapat dari berbagai macam, diantaranya: debu ban, serat tekstil, maupun limbah rumah tangga seperti sampah plastik. Partikel ini dapat menyebar melalui udara dan air, sehingga dapat mencemari lingkungan.
Tentu ini dapat menjadi ancaman serius, terlebih untuk kesehatan manusia. Pemanfaatan sampah plastik sebenarnya dapat diolah mulai dari rumah.
Pemilahan sampah plastik dan sampah organik menjadi langkah yang utama. Untuk menghindari sampah plastik menjadi mikroplastik, alangkah lebih baiknya kita mendaur ulang menjadi lebih berguna dan memiliki nilai.
Ecobrick
Ecobrick merupakan metode yang mudah untuk diaplikasikan. Tujuannya untuk mengurangi sampah plastik dan memanfaatkannya kembali. Untuk membuat ecobrick kita hanya memerlukan botol dan sampah anorganik yang benar-benar sudah bersih.
Selanjutnya, seluruh sampah anorganik seperti plastik, bungkus berbagai macam produk dipadatkan hingga benar-benar keras.
Metode yang diciptakan oleh Russell Maier ini bisa digunakan untuk berbagai macam barang. Salah satunya berguna untuk bahan menjadi meja maupun kursi.
Berbagai Kerajinan
Sampah plastik juga bisa digunakan untuk bahan berbagai macam kerajinan. Kegiatan ini sudah banyak digunakan oleh berbagai komunitas maupun secara individu. Fenomena ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bisa menjadi gerakan ekonomi sirkular.
Kerajinan dari sampah plastik tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat. Sampah plastik bisa disulap menjadi tas, dompet atau barang bernilai lainnya.
Nilai ekonominya pun beragam. Bahkan ada yang bisa tembus pasar mancanegara. Bank Sampah Mulyo Sedoyo Semarang misalnya, produk mereka bisa tembus pasar Singapura hingga meraup omzet sampai 13 juta rupiah.
Paving Blok
Agar tidak menjadi mikroplastik dapat dilakukan juga dengan mendaur ulang menjadi paving blok. Inovasi ini dapat menjadi salah satu alternatif bahan bangunan yang ramah lingkungan.
Caranya, sampah plastik dipanaskan hingga cair dan mencampurnya dengan pasir. Setelah itu dapat dicetak agar menjadi paving block.
Namun, proses pencairan ini juga masih menjadi pekerjaan rumah dan memerlukan penangan khusus agar tidak menimbulkan asap beracun.
Penggunaan paving block ini sudah diterapkan di kawasan Festival 7 Ranu di Probolinggo, Jawa Timur. Hal ini menunjukkan potensi limbah plastik sebagai bahan bangunan alternatif.
Langkah kecil dari rumah dengan cara memilah, mencuci, dan mendaur ulang, bisa menjadi kontribusi besar untuk menekan mikroplastik. Selain itu, tetap menjaga lingkungan di sekitar kita agar tetap lestari. *







