Aksilingkungan.id – Bagi kamu yang hidup di sebuah klaster perumahan, mungkin membuang sampah ke depan rumah setiap hari dari dapur hanya sebuah rutinitas belaka. Namun, pernahkah kita berpikir berapa banyak sampah dapur yang kita produksi setiap hari?
Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2024, timbulan sampah nasional mencapai 33.79 juta ton dalam setahun, dan setengahnya berasal dari sampah rumah tangga.
Berapa banyak sampah yang dihasilkan? Mari kita hitung.
Berapa Sampah yang Dihasilkan dari Dapur?
Hasil studi National Waste Management Reform, sampah rumah tangga dari sampah makanan mendominasi hingga 48 persen, sedangkan sampah plastik hanya 16 persen. Sisanya sekitar 13 persen dihasilkan dari sampah kebun atau pekarangan.
Timbulan sampah yang dihasilkan berkisar 0.5 hingga 1.3 kilogram per kapita per hari di setiap daerah. Kita bisa mengambil nilai tengahnya, misal 0.8 kg per kapita per hari.
Dengan kita memiliki nilah sampah tersebut, kita dapat memprediksikan berapa timbulan sampah yang dihasilkan oleh satu keluarga. Jika kita memiliki keluarga kecil yang beranggotakan 4 orang dalam satu rumah berarti sudah dapat menghasilkan 3,2 kilogram per hari.
Itu baru sehari, bagaimana jika sampah itu ditimbun dalam setahun. Maka total timbunan sampah dari dapur ini menghasilkan 1.168 kilogram atau setara 1,1 ton. Timbulan sampah ini setara dengan seperempat truk sampah kota.
Dari Dapur ke Ruang Kota
Timbulan sampah dari dapur pada akhirnya akan diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dari ruang dapur yang kecil dan kita anggap tidak seberapa itu sebenarnya berapa yang akan dihasilkan?
Bayangkan, dalam satu RT dengan 50 rumah tangga, timbunan sampah bisa mencapai 160 kilogram per hari. Bagaimana jika dalam satu kota?
Kalau kita menggunakan data RT di Jakarta saja yang jumlahnya sekitar 30.500 RT lebih, maka bisa dihitung berapa yang dihasilkan.
Dalam satu hari bisa dihasilkan sekitar 4,8 juta kilogram per hari atau 4.880 ton per hari. Nilai ini setara dengan setengah dari volume harian TPA Bantar Gebang.
Dan jika kita kalikan setahun maka timbulan sampah dapur mencapai 1,7 juta ton.
Mulai Dari Dapur
Nilai fantastis itu memang estimasi, bukan nilai sebenarnya. Namun, jika kita tidak bijak dalam mengelolanya maka akan berdampak lebih besar dari yang kita kira.
Mulai memilah sampah dari dapur dan menjadikannya memiliki nilai adalah sebuah solusi.
Sampah organik dapat dikumpulkan dan diolah menjadi kompos, pakan maggot dan berbagai macam lainnya. Atau memilah sampah anorganik seperti plastik dengan menjadikannya sebagai ecobrick.
Setidaknya kita bisa mereformasi sampah mulai dari dapur kita. *







