Aksilingkungan.id – Waktu berbuka puasa di bulan Ramadan sering menjadi momen yang dinantikan banyak orang. Berbagai hidangan disiapkan, mulai dari kolak, gorengan, hingga aneka minuman segar yang menggugah selera.
Namun di balik kemeriahan tersebut, ada persoalan lingkungan yang sering luput dari perhatian: meningkatnya sampah makanan selama Ramadan. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan bahwa sampah makanan menyumbang sekitar 39,6 persen dari total sampah di Indonesia, dan volumenya dapat meningkat sekitar 20 persen selama bulan Ramadan akibat konsumsi makanan yang berlebihan.
Setelah seharian menahan lapar dan dahaga, kita sering kali ingin menikmati banyak makanan saat berbuka. Namun jika tidak mengelolanya dengan bijak, kebiasaan tersebut justru dapat menambah beban bagi lingkungan.
Karena itu, kita perlu mulai menyiapkan menu berbuka dengan konsep zero waste. Lalu, apa saja langkah yang bisa dilakukan?
Menu Buka Puasa Zero Waste
Konsep zero waste bukan berarti kita sama sekali tidak menghasilkan sampah. Konsep ini lebih menekankan pada upaya mengurangi, menggunakan kembali, dan memanfaatkan sumber daya secara bijak.
Selama Ramadan, kita bisa menerapkan konsep ini melalui langkah-langkah sederhana berikut.
Merencanakan menu berbuka dengan bijak
Sebelum memasak atau membeli makanan, kita perlu merencanakan terlebih dahulu menu yang akan dikonsumsi. Dengan perencanaan yang baik, kita bisa menghindari pembelian bahan makanan secara berlebihan.
Dengan begitu, makanan tidak terbuang sia-sia. Menu yang sederhana tetapi cukup sering kali sudah lebih dari cukup untuk berbuka.
Menggunakan bahan makanan secara maksimal
Kreativitas dalam memasak dapat membantu kita memanfaatkan bahan makanan secara maksimal. Banyak bagian bahan makanan yang sebenarnya masih bisa digunakan.
Misalnya, batang sayuran seperti kangkung dapat dimanfaatkan untuk tumisan. Sisa bahan makanan yang masih layak juga bisa kita olah kembali menjadi menu lain.
Memasak secukupnya
Terkadang kita menyiapkan makanan berbuka dalam jumlah yang terlalu banyak. Padahal setelah beberapa suapan saja, rasa kenyang biasanya sudah mulai datang.
Dengan memasak secukupnya, kita dapat mengurangi sisa makanan yang berpotensi menjadi sampah.
Mengelola sisa makanan dengan bijak
Jika masih ada makanan yang tersisa, simpanlah dengan baik agar bisa kembali dikonsumsi. Kita juga bisa mengolahnya kembali menjadi menu lain, misalnya untuk sahur keesokan harinya.
Dengan cara ini, makanan tidak harus berakhir di tempat sampah.
Pada akhirnya, kebiasaan-kebiasaan kecil seperti ini dapat menjadi langkah besar untuk mengurangi beban lingkungan. *







