Beranda Energi Trend Energi Terbarukan Indonesia

Trend Energi Terbarukan Indonesia

28
0
Trend Energi Terbarukan Indonesia
Trend Energi Terbarukan Indonesia

aksilingkungan.id – Trend energi terbarukan Indonesia sedang berada di titik penting dalam sejarah pembangunan energi nasional. Dorongan menuju Net Zero Emission (NZE) 2060 membuat transisi energi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Pemerintah, BUMN, swasta, hingga masyarakat mulai bergerak ke arah yang sama yaitu meninggalkan ketergantungan pada energi fosil dan beralih ke energi bersih yang lebih berkelanjutan.

Meskipun tantangan masih besar, arah kebijakan dan potensi sumber daya alam menunjukkan bahwa Indonesia punya modal kuat untuk menjadi pemain utama energi terbarukan di kawasan.

Kebijakan untuk Transisi Energi

Free Solar Solar Energy photo and picture

Salah satu pendorong utama trend energi terbarukan Indonesia adalah kebijakan pemerintah yang semakin ambisius. RUPTL 2025–2034 menargetkan sekitar 76 persen kapasitas pembangkit baru berasal dari energi baru terbarukan (EBT). Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa masa depan listrik Indonesia akan semakin hijau.

Selain itu, skema Just Energy Transition Partnership (JETP) juga mendukung percepatan bauran EBT hingga 44 persen pada 2030 khusus sektor kelistrikan. Semua kebijakan ini bermuara pada satu tujuan besar: mencapai Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat.

Energi Surya 

Jika berbicara tentang trend energi terbarukan Indonesia, energi surya jelas berada di garis depan. Potensi tenaga surya Indonesia sangat besar, bahkan disebut mencapai lebih dari 85 persen total potensi EBT nasional. Letak geografis di garis khatulistiwa membuat paparan sinar matahari tersedia hampir sepanjang tahun.

Tak heran jika panel surya kini menjadi primadona, baik dalam skala besar seperti PLTS terapung maupun skala kecil seperti PLTS atap rumah dan industri. Biaya teknologi yang semakin murah juga membuat energi surya kian kompetitif dibanding pembangkit fosil.

Panas Bumi

Indonesia dikenal sebagai negara dengan potensi panas bumi terbesar di dunia karena berada di jalur cincin api. Dalam konteks trend energi terbarukan Indonesia, panas bumi menjadi sumber energi andalan yang stabil dan tidak bergantung cuaca.

Keunggulan panas bumi adalah kemampuannya menghasilkan listrik baseload, sehingga bisa menjadi penyeimbang bagi energi surya dan angin yang bersifat variabel. Meski pengembangannya memerlukan investasi besar dan proses panjang, panas bumi tetap menjadi tulang punggung penting dalam transisi energi jangka panjang.

Energi Air dan Bioenergi Tetap Punya Peran Strategis

Selain surya dan panas bumi, energi air juga memainkan peran signifikan. Potensi PLTA, khususnya mini dan mikrohidro, sangat cocok untuk daerah terpencil yang sulit dijangkau jaringan listrik utama.

Bioenergi, terutama biodiesel, juga terus didorong melalui kebijakan mandatori B35 dan rencana B40. Langkah ini bertujuan mengurangi impor bahan bakar fosil dan memperkuat swasembada energi. Meski begitu, pengembangan bioenergi tetap perlu memperhatikan aspek lingkungan agar tidak menimbulkan masalah baru.

Tantangan Bauran Energi

Walaupun trennya positif, percepatan bauran EBT masih menghadapi tantangan. Target bauran energi terbarukan sebesar 23 persen pada 2025 diperkirakan sulit tercapai dan kemungkinan hanya berada di kisaran 13–14 persen. Ini menunjukkan bahwa transisi energi membutuhkan kerja ekstra.

Masalah utama meliputi keterbatasan infrastruktur, proses investasi yang belum sepenuhnya ramah, serta tantangan teknis dalam mengintegrasikan energi variabel ke sistem kelistrikan nasional.

Baterai dan Penyimpanan Energi Jadi Kunci

Salah satu solusi penting dalam trend energi terbarukan Indonesia adalah pengembangan sistem penyimpanan energi, terutama baterai. Energi surya dan angin memang melimpah, tetapi tidak selalu tersedia setiap saat. Di sinilah peran baterai menjadi krusial untuk menjaga stabilitas pasokan listrik.

Pengembangan industri baterai nasional juga sejalan dengan upaya meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Dengan demikian, transisi energi tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri dalam negeri.

Teknologi Digital Ikut Mendorong Transisi Energi

Free Drone Solar photo and picture

Menariknya, trend energi terbarukan Indonesia juga mulai bersinggungan dengan teknologi digital seperti blockchain. Teknologi ini memungkinkan sistem energi terdesentralisasi, di mana masyarakat bisa berbagi dan memperdagangkan energi secara langsung dengan lebih transparan dan aman.

Meski masih dalam tahap awal, inovasi ini membuka peluang besar bagi sistem energi masa depan yang lebih efisien dan partisipatif.

Secara keseluruhan, trend energi terbarukan Indonesia menunjukkan arah yang sangat menjanjikan. Potensi sumber daya melimpah, dukungan kebijakan kuat, serta perkembangan teknologi menjadi fondasi penting menuju energi bersih.

Tantangan memang masih ada, terutama soal kecepatan implementasi. Namun jika konsistensi kebijakan, investasi, dan inovasi terus dijaga, Indonesia bukan hanya mampu mencapai target NZE 2060, tetapi juga menjadi contoh sukses transisi energi di tingkat global.(***)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini