Beranda Lingkungan Karhutla 2026 Telan Korban Jiwa, Ini Data Terbaru dan Dampaknya

Karhutla 2026 Telan Korban Jiwa, Ini Data Terbaru dan Dampaknya

2
0
Karhutla 2026 (Foto: aksilingkungan.id)
Karhutla 2026 (Foto: aksilingkungan.id)

Kebakaran hutan dan lahan sering kita anggap sebagai masalah tahunan yang datang lalu pergi bersama musim kemarau. Namun, karhutla 2026 meninggalkan luka yang jauh lebih dalam.

Api tidak hanya menghanguskan ratusan ribu hektare hutan, tetapi juga merenggut nyawa petugas yang sedang berjuang memadamkannya. Di saat yang sama, asap tebal menyelimuti jutaan warga selama berminggu-minggu.

Kalau kamu bertanya berapa sebenarnya korban karhutla tahun ini, jawabannya ternyata tidak sesederhana satu angka. Ada korban yang tercatat secara langsung, dan ada pula korban yang hanya bisa diperkirakan karena dampak asap yang terus menumpuk.

Artikel ini merangkum data terbaru hingga awal November 2026 agar kamu bisa memahami seberapa besar dampak karhutla tahun ini.

Berapa Korban Meninggal Karhutla 2026?

Hingga awal November 2026, belum ada angka resmi tunggal dari BNPB mengenai total korban jiwa karhutla sepanjang tahun ini. Namun, berdasarkan rangkuman pemberitaan per 1 November 2026, setidaknya 10 orang tercatat meninggal dunia akibat karhutla.

Enam korban berasal dari kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di Jawa Timur. Korban terakhir meninggal pada 23 Oktober 2026 setelah dirawat karena luka bakar.

Empat korban lainnya tercatat di Kalimantan hingga September 2026 menurut data Kementerian Kesehatan, yaitu tiga orang di Kalimantan Tengah dan satu orang di Kalimantan Barat.

Kamu mungkin menemukan angka yang berbeda di media lain, mulai dari empat hingga tujuh orang. Perbedaan ini terjadi karena setiap laporan dibuat pada waktu yang berbeda, sementara jumlah korban terus bertambah dari minggu ke minggu.

Tragedi Bromo yang Merenggut Nyawa Petugas

Salah satu peristiwa paling memilukan tahun ini terjadi di kawasan Bromo. Kebakaran mulai terjadi pada 13 Oktober 2026 dan sempat dinyatakan padam keesokan harinya. Namun, pada 15 Oktober api kembali muncul di Pusung Lingker, Kabupaten Probolinggo.

Petugas gabungan segera bergerak ke lokasi dan membagi diri menjadi dua kelompok. Sekitar pukul 13.00, angin kencang tiba-tiba mengubah arah api dan menjebak enam orang petugas.

Tiga di antaranya meninggal di lokasi, yaitu Sukaris, Wisnu Yuda Pratama, dan Sefriel Ardiansyah. Satu petugas Manggala Agni bernama Hendra Rony Wagiyanata meninggal setelah sempat dirawat di rumah sakit. Dua orang lainnya mengalami luka bakar serius.

Peristiwa ini mendapat sorotan dari Komisi IV DPR. Salah satu anggotanya mendesak pemerintah untuk segera bertindak dan meminta agar penanganan tidak menunggu korban terus berjatuhan.

Korban yang Tidak Terlihat: Dampak Asap

Selain korban yang tercatat secara langsung, ada dampak lain yang jauh lebih besar tetapi sering luput dari perhatian. Lembaga riset Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA) memperkirakan asap karhutla menyebabkan sekitar 3.560 kematian di Indonesia hanya pada September 2026.

Angka ini perlu dipahami dengan hati-hati. Perkiraan CREA merupakan hasil pemodelan dampak paparan partikel halus PM2.5 terhadap kesehatan, bukan jumlah korban yang dicatat satu per satu. Meski begitu, angka ini memberi gambaran betapa seriusnya bahaya asap bagi tubuh, terutama jika terhirup dalam waktu lama.

CREA juga mencatat sekitar 58 juta orang menghirup udara dengan kategori tidak sehat hingga berbahaya pada September 2026. Di empat provinsi Kalimantan, asap karhutla menjadi penyebab utama dengan porsi 94% hingga 99% dari perkiraan kematian akibat polusi udara.

Jutaan Warga Ikut Terdampak

Dampak karhutla tahun ini juga terasa dalam kehidupan sehari-hari jutaan orang. Sekitar 12,5 juta warga di Kalimantan dan Sumatra terdampak oleh kebakaran dan asap.

Dari sisi kesehatan, Kementerian Kesehatan mencatat 333.470 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang terkait karhutla pada periode 18 Agustus hingga 21 Oktober 2026. Kasus ini tersebar di 68 kabupaten dan kota di tujuh provinsi. Hampir seperempat penderitanya adalah anak balita.

Dunia pendidikan pun ikut terganggu. Hingga 15 Oktober 2026, sekitar 7,9 juta siswa terdampak dan 61.693 sekolah terpaksa menghentikan pembelajaran tatap muka. Bagi banyak keluarga, hal ini berarti anak-anak harus belajar dari rumah di tengah udara yang tidak sehat.

Seberapa Luas Kebakarannya?

Berdasarkan Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi), luas lahan yang terbakar sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai 202.010,96 hektare. Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan area terbakar terluas, yaitu 38.310,86 hektare, disusul Papua Selatan dengan 25.838,53 hektare.

Situasinya belum mereda setelah Agustus. Hingga 13 Oktober 2026, tercatat 7.678 titik panas di enam provinsi prioritas. Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak, yaitu 3.835 titik, diikuti Sumatra Selatan sebanyak 1.816 titik.

Kerugiannya pun tidak kecil. Lembaga riset Celios memperkirakan kerugian ekonomi dan kesehatan akibat karhutla hingga Agustus 2026 berada di kisaran Rp39,29 triliun sampai Rp123,1 triliun. Celios juga mengingatkan angka sebenarnya bisa jauh lebih besar karena kebakaran masih berlanjut setelah periode tersebut.

Kenapa Karhutla Belum Jadi Bencana Nasional?

Dengan dampak sebesar ini, banyak pihak mempertanyakan mengapa karhutla 2026 belum ditetapkan sebagai bencana nasional. Pada 12 Oktober 2026, pemerintah menyatakan masih mampu menangani situasi sehingga status bencana nasional belum diperlukan.

Di sisi lain, Kepala BNPB menekankan bahwa yang terpenting adalah respons nyata di lapangan, bukan sekadar status. Ia menyampaikan, “Jangan sampai statusnya besar, tetapi responsnya tidak ada”.

Perdebatan ini juga muncul di tengah kabar pemangkasan anggaran BNPB tahun 2026 hingga 75%, dari Rp2 triliun menjadi Rp491 miliar.

Cara Melindungi Diri dari Asap Karhutla

Jika kamu tinggal di wilayah yang terdampak asap, ada beberapa langkah sederhana yang bisa membantu melindungi kesehatanmu dan keluarga.

Pertama, pantau kualitas udara setiap hari sebelum beraktivitas di luar rumah. Kedua, gunakan masker yang mampu menyaring partikel halus seperti N95 atau KN95, karena masker kain biasa kurang efektif menahan PM2.5.

Usahakan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat asap sedang pekat. Tutup jendela dan ventilasi rumah, lalu gunakan penyaring udara jika memungkinkan.

Berikan perhatian lebih kepada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit pernapasan karena mereka paling rentan. Jika muncul gejala sesak napas, batuk yang tidak kunjung reda, atau nyeri dada, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Kesimpulan

Karhutla 2026 menjadi salah satu bencana lingkungan paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir. Setidaknya 10 orang tercatat meninggal secara langsung, termasuk empat petugas yang gugur saat memadamkan api di kawasan Bromo.

Di luar itu, asap karhutla diperkirakan menyebabkan ribuan kematian dalam satu bulan saja dan membuat jutaan warga kesulitan bernapas dengan udara bersih.

Data ini menunjukkan bahwa karhutla bukan lagi sekadar masalah musiman. Pencegahan sejak dini, penegakan hukum terhadap pembakar lahan, dan perlindungan bagi petugas di garis depan menjadi hal yang sangat mendesak.

Sebagai warga, kamu juga bisa berperan dengan menjaga kesehatan diri dan keluarga, serta ikut menyebarkan informasi yang akurat.

Ingin tahu lebih banyak tentang isu lingkungan dan langkah nyata yang bisa kamu lakukan untuk menjaga bumi? Yuk, kunjungi aksilingkungan.id dan jadi bagian dari gerakan peduli lingkungan.(***)

Referensi

  1. Suara.com. (2026, 1 November). Nyawa bertumbangan, jutaan warga terdampak, kenapa karhutla tak jadi bencana nasional? https://amp.suara.com/news/2026/11/01/170500/nyawa-bertumbangan-jutaan-warga-terdampak-kenapa-karhutla-tak-jadi-bencana-nasional
  2. Mongabay Indonesia. (2026, 18 Oktober). Empat orang tewas saat padamkan kebakaran di Taman Nasional Bromo. https://mongabay.co.id/2026/10/18/empat-orang-tewas-saat-padamkan-kebakaran-di-taman-nasional-bromo/
  3. CNN Indonesia. (2026, 16 Oktober). Komisi IV DPR soroti karhutla sebabkan kematian warga-petugas. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20261016150022-32-1416195/komisi-iv-dpr-soroti-karhutla-sebabkan-kematian-warga-petugas
  4. IDN Times. (2026, 2 November). Kala pemerintah lebih pilih politik, 5.310 warga tewas akibat karhutla. https://www.idntimes.com/news/indonesia/kala-pemerintah-lebih-pilih-politik-5-310-warga-tewas-akibat-karhutla-00-481xk-hfkm1c
  5. Afu.id. (2026, 2 September). Karhutla 2026 makin parah, 202 ribu hektare terbakar dan kerugian capai Rp123,1 triliun. https://afu.id/nasional/karhutla-2026-makin-parah-202-ribu-hektare-terbakar-dan-kerugian-capai-rp1231-triliun

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini